Promo

Prototipe Reaktor Nuklir Dikirim ke Babel Tahun 2028, Siapkah Kita?

Minggu, 15 Desember 2024 23:01 WIB | 818 kali
Prototipe Reaktor Nuklir Dikirim ke Babel Tahun 2028, Siapkah Kita?

Bangka Belitung akan mencetak sejarah sebagai provinsi pertama yang menjadi tuan rumah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

MARKICA - Reaktor nuklir pertama untuk pembangkit listrik di Indonesia direncanakan dibangun di Pulau Kelasa, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Prototipe reaktornya akan diimpor dari Korea Selatan pada tahun 2028 melalui jalur laut.

"Lokasi Pulau Kelasa sudah ditetapkan, dan perda tata ruangnya saat ini menunggu pengesahan dari kementerian," kata Bob S Effendi, Direktur PT Thorcon Indonesia, usai rapat koordinasi di Kantor Gubernur Bangka Belitung, Kamis (12/12/2024).

Menurut Bob, wilayah ini dipilih karena didukung oleh sumber daya lokal yang melimpah, seperti logam tanah jarang berupa thorium, mineral ikutan dari penambangan timah.

"Thorium akan menjadi bahan baku utama PLTN ini, dan potensi tambang timah di Bangka Belitung sangat mendukung rencana tersebut," jelas Bob.

Investasi senilai Rp 17 triliun telah dipersiapkan untuk proyek ini, mencakup survei, penelitian, alih teknologi, hingga pembangunan infrastruktur. Proyek ini ditargetkan selesai hingga 2050, dengan rencana pembangunan 20 PLTN di Bangka Belitung, menjadikan sektor energi ini lebih besar dari industri timah saat ini. Lokasi lain yang potensial mencakup Tanjung Ular di Bangka Barat dan Sebagin di Bangka Selatan.

Rencana pembangunan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk menghapuskan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Pemerintah menargetkan 75 persen dari total kapasitas listrik nasional sebesar 100 GW akan berasal dari energi baru terbarukan (EBT), termasuk 5 persen dari PLTN.

Namun, pembangunan ini membutuhkan sosialisasi intensif kepada masyarakat untuk memastikan aspek sosial dapat diterima dengan baik.

"Aspek ekonomi cukup jelas, tetapi aspek sosial seringkali dinamis. Sosialisasi berkelanjutan sangat penting," ungkap Eko Kurniawan, Staf Ahli Gubernur Bangka Belitung.

Namun untuk dipahami, Pemprov Babel pernah mewacanakan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT). Dan PLTT tersebut berbeda dengan PLTN.

Thorium dan nuklir tidak sama, tetapi thorium dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir: 

• Thorium

Thorium adalah zat radioaktif alami yang dapat ditemukan di tanah, bebatuan, dan air. Thorium memiliki beberapa keunggulan dibandingkan uranium, seperti menghasilkan lebih banyak bahan fisil, menghasilkan lebih sedikit limbah radioaktif, dan tidak dapat dikembangkan untuk senjata nuklir. Thorium telah diuji sebagai bahan bakar di berbagai negara, seperti AS, Jerman, Belanda, dan Inggris. 

• Nuklir

Pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi saat ini menggunakan uranium-235 yang diperkaya untuk mempertahankan reaksi berantai disintegrasi nuklir. Proses ini menghasilkan energi, tetapi juga menghasilkan produk sampingan seperti plutonium yang dapat menimbulkan masalah bagi penanganan limbah nuklir. 

Sumber: kuasakata.com/berbagai sumber




Baca Juga

Sudahi Debat Bumi Datar atau Bulat, karena...
Senin, 02 Juni 2025 00:56 WIB
Jerman Bongkar Asal-Usul Kuntilanak
Jum'at, 23 Mei 2025 20:11 WIB
Buru Mineral Untuk Nuklir di Babel
Minggu, 11 Mei 2025 03:09 WIB