Promo

Melati: Hati-hati dengan Intoleransi

Editor: Dika Febrian | Selasa, 09 Desember 2025 13:04 WIB | 81 kali
Melati: Hati-hati dengan Intoleransi

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan Kepulauan Bangka Belitung, Melati, S.H., menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama ibu-ibu majelis taklim di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (9/12/2025).


Melati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmennya memperkuat fondasi kebangsaan, terutama di kalangan komunitas perempuan.

Sungailiat —  “Sosialisasi ini bagian dari upaya memperkuat pondasi kebangsaan, khususnya di kalangan ibu-ibu majelis taklim,” ujarnya .Dalam paparannya, Melati menjelaskan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman hidup sehari-hari. “Gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan adalah prinsip utama yang harus terus dijaga, terutama di era seperti sekarang,” kata Melati.

Melati juga menyinggung sejumlah persoalan kebangsaan yang berkembang, seperti meningkatnya intoleransi, penyebaran informasi palsu (hoaks), serta masuknya ideologi asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan serius bagi keutuhan nasional. “Ujaran kebencian dan fanatisme sempit juga mengancam nilai persatuan,” lanjutnya.

Selain itu, Melati mengulas kembali sejarah lahirnya Empat Pilar Kebangsaan yang merupakan hasil refleksi panjang perjuangan bangsa, mulai dari rumusan dasar negara oleh para pendiri bangsa hingga proses amandemen UUD 1945. “Pilar ini bukan hanya teori, tetapi produk sejarah dan perjuangan. Ini harus kita rawat dan jaga bersama,” ucapnya.

Melati juga mendorong pendekatan literasi kebangsaan yang lebih kontekstual, termasuk melalui pendidikan digital agar masyarakat khususnya generasi muda lebih bijak dalam menyikapi informasi dan menjaga keutuhan bangsa. Ia menegaskan bahwa Empat Pilar harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata, dimulai dari tindakan sederhana seperti menghargai perbedaan dan menghindari diskriminasi.

Menutup kegiatan, Melati mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk terlibat aktif dalam berbagai proses demokrasi. “Keterlibatan Ibu-ibu sangat penting, mulai dari menggunakan hak pilih, ikut musyawarah desa, hingga mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap bersih dan akuntabel,” tuturnya.

Sumber: Release
Editor: Dika Febrian


Pilihan Redaksi:




Baca Juga