Promo

Bertahan dari Kekejaman Musuh dengan Cara Cerdik

Rabu, 12 November 2025 21:44 WIB | 478 kali
Bertahan dari Kekejaman Musuh dengan Cara Cerdik

Pada tahun 1966, Denton diperintahkan tampil dalam wawancara televisi untuk menunjukkan bahwa POW mendapat perlakuan baik


Jeremiah Andrew Denton lahir di Mobile, Alabama, tahun 1924. Lulus dari U.S. Naval Academy pada 1947, ia menjadi penerbang Angkatan Laut AS dan ikut banyak operasi tempur.

marikitabaca - Pada 18 Juli 1965, saat memimpin misi pengeboman di dekat Thanh Hóa, Vietnam Utara, pesawat A-6 Intruder yang dikemudikannya ditembak jatuh.

Denton dan navigatornya, Lt. (jg) William Tschudy, berhasil keluar dengan kursi lontar, namun segera ditangkap pasukan Vietnam Utara.

Sejak awal penahanan, Denton menghadapi penyiksaan fisik dan mental. Ia dikurung di kamp hanoi Hilton, dijebloskan ke sel sempit, diikat dengan “ropes torture” (teknik mengikat tubuh hingga persendian hampir patah), dan dipukuli. 

Tawanan dipaksa menandatangani pernyataan politik serta ikut propaganda untuk melemahkan moral Amerika.

Pada 1966, Denton diperintahkan tampil dalam wawancara televisi untuk menunjukkan bahwa POW mendapat “perlakuan baik.”

Di hadapan kamera, Denton menjawab pertanyaan sesuai skrip, mengatakan ia diperlakukan dengan baik. Namun, dengan kecerdikan luar biasa, ia berkedip berulang kali dengan pola panjang-pendek membentuk kode Morse. Huruf-huruf itu membentuk kata T-O-R-T-U-R-E.

Rekaman tersebut kemudian dianalisis oleh intelijen AS yang menontonnya, dan hasilnya menjadi konfirmasi pertama secara langsung, bahwa tawanan perang Amerika sedang disiksa di Vietnam Utara.

Risiko aksinya sangat besar. Setelah pihak Vietnam Utara mengetahui bahwa Denton telah mengirim pesan tersembunyi, ia dikenai hukuman lebih berat.

Denton ditahan dalam isolasi selama bertahun-tahun, kadang dalam sel tanpa jendela selama hampir empat tahun, dengan perlakuan kejam yang nyaris menghancurkan fisik dan mentalnya.

Pada 12 Februari 1973, Denton termasuk di antara 591 tawanan perang Amerika yang dibebaskan dalam Operation Homecoming setelah Perjanjian Damai Paris.

Saat tiba di AS, ia menjadi salah satu dari sedikit perwira tinggi yang bertahan hidup dalam penahanan jangka panjang. Denton dipromosikan menjadi Rear Admiral sebelum pensiun dari Angkatan Laut.

Selepas karier militernya, ia menulis buku memoar “When Hell Was in Session” (1976) yang kemudian difilmkan, menggambarkan detail penyiksaan dan perjuangan moral para POW.

Pada 1980, Denton terpilih menjadi Senator AS dari Alabama, menjabat hingga 1987. Ia wafat pada 28 Maret 2014 pada usia 89 tahun, dikenang sebagai simbol keberanian, daya tahan, dan kecerdikan di tengah penderitaan perang.

Editor: Dika 'Febe'
Sumber: Diolah


Pilihan Redaksi




Baca Juga