Promo

Daging Penjaja Seks di Peternakan Babi

Editor: Dika Febrian | Kamis, 12 Maret 2026 03:36 WIB | 186 kali
Daging Penjaja Seks di Peternakan Babi

Salah satu korban dari Robert Pickton


Robert Pickton dikenal sebagai salah satu pembunuh berantai paling mengerikan dalam sejarah Kanada. Lahir pada 24 Oktober 1949 di Port Coquitlam, British Columbia, ia menjalankan peternakan babi bersama saudaranya yang kemudian menjadi lokasi dari serangkaian pembunuhan brutal.

marikitabaca - Pickton menargetkan wanita pekerja seks dan individu rentan di Vancouver’s Downtown Eastside, banyak di antaranya adalah wanita pribumi.

Ia akan mengundang korban ke peternakannya dengan janji uang atau narkoba, kemudian membunuh mereka dengan cara dicekik atau ditusuk. Sisa-sisa tubuh korban dibuang ke dalam peternakan babinya.

Otoritas kesehatan setempat mengeluarkan peringatan kepada masyarakat yang mungkin membeli daging dari peternakannya karena potensi kontaminasi silang.

Rumor mengerikan beredar bahwa ia bahkan mengolah daging korban menjadi sosis, namun klaim ini belum pernah terbukti secara hukum atau ilmiah.

Selama persidangan, sejumlah kesaksian dan barang bukti menjadi kunci dalam menjerat Pickton. Lynn Ellingsen memberikan kesaksian bahwa ia menyaksikan Pickton membawa seorang pekerja seks ke peternakan dan melakukan pembunuhan serta pengulitan di ruang pemotongan hewan.

Rekaman percakapan Pickton dengan temannya, Scott Chubb, memperlihatkan pengakuan mengenai metode membunuh dan pembuangan korban, termasuk menyuntikkan cairan pembersih kaca dan mencekik korban.


Pilihan Redaksi


Polisi juga menemukan pistol kaliber 22 dengan peredam yang dimodifikasi, serta foto-foto isi tempat sampah di ruang pemotongan berisi sisa-sisa tubuh korban Mona Wilson, yang semuanya menjadi bukti kuat dalam persidangan.

Beberapa saksi dan laporan media menyebutkan Pickton bercanda atau mengaku kepada polisi yang menyamar tentang mengolah daging manusia menjadi sosis atau makanan lain, namun klaim ini dianggap gosip sensasional. 

Kasusnya menyoroti lemahnya perlindungan bagi perempuan rentan dan diskriminasi dalam penegakan hukum.

Pada 2007, Pickton dinyatakan bersalah atas enam tuduhan pembunuhan tingkat dua dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 25 tahun.

Meskipun ia mengaku telah membunuh hingga 49 wanita, hanya enam yang dikonfirmasi secara hukum.

Pada 31 Mei 2024, Pickton meninggal dunia setelah diserang oleh sesama narapidana di penjara Port-Cartier, Quebec. Serangan tersebut menyebabkan cedera fatal, dan Pickton meninggal dunia 12 hari kemudian di rumah sakit.

Martin Charest, narapidana yang menyerangnya, kemudian didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama.

Kisah kelam Robert Pickton juga diangkat ke layar lebar dalam film Pig Killer (2023), yang menggambarkan secara grafis kejahatan-kejahatan Pickton di peternakannya, termasuk pembunuhan, penyiksaan, dan pengolahan tubuh korban.

Film ini disutradarai oleh Chad Ferrin dan dibintangi Jake Busey sebagai Pickton, menjadi adaptasi paling kontroversial dan dramatis dari kasusnya.

Kasus Robert Pickton tetap menjadi salah satu cerita kriminal paling mengerikan dan misterius di Kanada, meninggalkan pertanyaan tentang keadilan, keselamatan publik, perlindungan terhadap mereka yang paling rentan, serta bagaimana kekejaman dan rumor bisa membentuk budaya populer melalui film dan media.

Editor: Dika Febrian
Sumber: Diolah berbagai sumber





Baca Juga

Candy, Pelakor Terkejam di Dunia
Senin, 23 Februari 2026 20:57 WIB
Malam Ramadan Sadis: Ulah Hasrat Guru Berbini Muda
Rabu, 18 Februari 2026 15:25 WIB
Mama, Papa kenapa Kalian Bunuh Arie?
Jum'at, 23 Januari 2026 11:44 WIB