Promo

Wasit Disiksa dan Dimutilasi di Atas Lapangan

Editor: Putra Mahendra | Senin, 19 Januari 2026 10:39 WIB | 341 kali
Wasit Disiksa dan Dimutilasi di Atas Lapangan

Foto ilustrasi generated by Gemini AI


Para pemain dan penonton kemudian menyerbu Silva, mengekangnya dengan tangan dan kaki, sementara Souza memukul kepalanya dengan paku dan kemudian memecahkan botol di wajahnya.

marikitabaca - Penonton sepakbola di Brazil bagian utara menewaskan seorang wasit, karena si wasit menusuk seorang pemain hingga tewas setelah ia menolak meninggalkan lapangan dalam sebuah laga bola amatir di negeri itu.

Dalam sebuah pertandingan di negara bagian Maranhao, 8 Juli 2013, penonton turun ke lapangan hijau lalu menyerbu wasit Otavio da Silva dan melemparinya dengan batu hingga tewas dan kemudian memenggal kepalanya.

Menurut pejabat polisi setempat pembunuhan terhadap wasit Silva merupakan pembalasan atas aksi tusuk yang diduga dilakukannya pada seorang pemain, Josenir dos Santos.

Aparat baru menahan satu tersangka dalam kasus ini dan masih melanjutkan penyelidikan. Meski kejadian sudah berlangsung, namun lokasi peristiwa yang terjadi di kota terpencil Pio XII menyebabkan insiden ini baru banyak diketahui orang belakangan.

Menurut penjelasan resmi dari Departemen Negara untuk urusan Keselamatan Publik insiden berawal dari adu pendapat antara wasit Silva dan Santos. Santos menolak meninggalkan lapangan setelah diperintah sang wasit.

Tiba-tiba Silva mengeluarkan sebilah pisau dan menusuk Santos, yang akhirnya tewas saat dibawa ke rumah sakit.


Pilihan Redaksi


Tak terima, para pendukung dan kerabat Santos langsung menyerbu lapangan melempari wasit itu dengan batu dan memutilasi anggota badannya, tulis pernyataan departemen itu.

Luis Moraes Souza, 27 tahun, yang diduga memukul kepala wasit dan membanting sebotol rum tebu cachaca ke wajahnya. Saudara laki-laki Souza, Francisco, termasuk di antara dua orang yang masih dicari, kata Costa.

Selengkapnya, para pemain dan penonton kemudian menyerbu Silva, mengekangnya dengan tangan dan kaki, sementara Souza memukul kepalanya dengan paku dan kemudian memecahkan botol di wajahnya. 

Salah satu tersangka yang sedang dicari, seorang pria yang dijuluki "Pirolo", kemudian mengambil pisau yang digunakan untuk menusuk Abreu dan menusuk leher wasit, kata Costa. Belum jelas mengapa Silva membawa pisau itu.

Saudara laki-laki Souza, Francisco, kemudian menggunakan sabit untuk memotong lengan, kaki, dan kepala Silva, yang kemudian ia letakkan di sebuah paku di tengah lapangan, ujar Costa. Ia menambahkan bahwa Francisco mungkin sedang menggunakan narkoba saat itu.

Costa mengatakan kekerasan jarang terjadi di Centro de Meio, sebuah komunitas pedesaan terpencil dengan tingkat kejahatan yang rendah. Ia mengatakan mereka yang terlibat dalam pembunuhan tersebut semuanya berasal dari kota-kota tetangga.

Sementara bentrokan keras antara pendukung lawan merupakan hal biasa di Brazil, kebrutalan pembunuhan di Centro de Meio mengirimkan gelombang kejut ke seluruh Brazil.

Paulo Storani, seorang profesor dan pakar keamanan yang mengabdikan tiga dekade di kepolisian Rio, menyebut pembunuhan itu sebagai "insiden yang terisolasi" dan mengatakan hal itu tidak mencerminkan kemampuan Brasil untuk menjamin keamanan selama Piala Dunia.

"Ini benar-benar di luar kebiasaan yang terjadi di daerah terpencil di negara bagian termiskin di negara ini, daerah di mana kekerasan sangat meluas," kata Storani.

"Memang benar kami terbiasa dengan kekerasan sepak bola di Brasil, tetapi ini benar-benar di luar jangkauan yang biasa kami lihat."

"Kami akan temukan dan menuntut semuanya yang terlibat agar bertanggung jawab," kata Kepala Polisi Valter Costa seperti ditulis sejumlah media lokal.

"(Karena) satu tindak kejahatan tidak bisa dipakai sebagai alasan untuk membenarkan kejahatan lain."

Editor: Putra Mahendra
Sumber: Diolah





Baca Juga

Misteri Kelahiran Ika, Gadis Cantik yang Nyasar
Rabu, 03 Desember 2025 05:37 WIB
Rima Kegagalan dan Bebal Abadi PSSI
Sabtu, 18 Oktober 2025 18:09 WIB
Kisah Satu Malam Eric "Si Belut"
Jum'at, 15 Agustus 2025 04:31 WIB