Promo

Inilah Dia Wanita Paling Pencemburu Sedunia

Kamis, 28 Agustus 2025 13:49 WIB | 1.127 kali
Inilah Dia Wanita Paling Pencemburu Sedunia

Debbi Wood dan suaminya Steve Wood.


Debbi Wood, yang sering disebut "wanita paling pencemburu di dunia", telah dikenal luas karena tindakannya yang ekstrem dan tidak biasa untuk menjaga kepercayaan dalam pernikahannya.

marikitabaca - Didiagnosis dengan Sindrom Othello, suatu kondisi psikologis langka yang ditandai dengan kecemburuan yang intens dan seringkali tidak rasional, Debbi telah mengambil langkah drastis untuk terus memantau suaminya, Steve Wood.

Menurut sumber berita seperti Daily Mail dan Mirror, salah satu aspek yang paling banyak dibicarakan dalam hubungan mereka adalah desakannya agar Steve menjalani tes detektor kebohongan setiap kali pulang kerja.

Tuntutan ini merupakan bagian dari pola perilaku yang lebih luas yang dipicu oleh rasa tidak amannya yang mendalam, termasuk memasang filter pengaman anak pada perangkatnya, melarangnya menonton acara televisi yang menampilkan perempuan, dan memantau panggilan telepon serta pesannya dengan ketat.

Meskipun hal ini mungkin tampak mengendalikan dan menantang, Steve telah secara terbuka menyatakan komitmennya terhadap hubungan mereka, menekankan keyakinannya bahwa mereka adalah belahan jiwa dan menyatakan kesediaannya untuk menanggung tuntutan yang tidak biasa ini demi pernikahan mereka.

Kisah mereka menarik perhatian bukan hanya karena faktor kejutannya, tetapi juga karena menyoroti kompleksitas gangguan psikologis yang memengaruhi hubungan dan kepercayaan.

Kisah Debbi dan Steve Wood menyoroti bagaimana cinta dan kesetiaan terkadang berbenturan dengan tantangan kesehatan mental.

Sindrom Othello, terkadang disebut kecemburuan patologis, dapat menyebabkan orang bertindak dengan cara yang tampak ekstrem atau irasional bagi orang lain, tetapi bagi mereka yang mengalaminya, perasaan mereka sangat nyata dan meresahkan.

Di sini, penerimaan dan dukungan Steve mengungkapkan sisi lain dari cerita ini, sejauh mana beberapa pasangan akan berusaha mempertahankan cinta, bahkan ketika hal itu diperumit oleh masalah kesehatan mental. 

Situasi mereka menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi beberapa pasangan secara tertutup dan pentingnya kasih sayang dan pengertian dalam hubungan yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis.

Sindrom Othello adalah gangguan kejiwaan delusi di mana seseorang memiliki keyakinan yang salah dan menetap bahwa pasangannya tidak setia, meskipun tidak ada bukti kuat.

Istilah ini berasal dari karakter Othello dalam drama Shakespeare yang diliputi kecemburuan dan membunuh istrinya karena tuduhan perselingkuhan yang tidak benar. Kondisi ini menyebabkan perilaku posesif, penguntitan, penginterogasian, bahkan kekerasan.

Pengobatan melibatkan bantuan profesional seperti psikoterapi (misalnya, Terapi Perilaku Kognitif), obat-obatan, dan terapi keluarga atau pasangan untuk mengelola kecemburuan patologis dan membangun kembali hubungan yang sehat.


Pilihan Redaksi


Karakteristik Sindrom Othello

• Delusi Kecemburuan:
Keyakinan kuat dan tidak berdasar tentang perselingkuhan pasangan. 

• Kurangnya Bukti:
Keyakinan tersebut tetap ada meskipun tidak ada bukti kuat atau bahkan ada bukti yang bertentangan. 

• Perilaku Agresif:
Penderita dapat melakukan tindakan ekstrem seperti menginterogasi, menguntit, atau melakukan kekerasan. 

• Gangguan Psikotik:
Sindrom ini termasuk dalam kategori gangguan psikotik karena penderita tidak mampu membedakan antara kenyataan dan imajinasi mereka.

Penyebab yang Mungkin

Meskipun penyebab pasti belum diketahui, Sindrom Othello seringkali terkait dengan kondisi lain, seperti: Penyalahgunaan alkohol jangka panjang, Skizofrenia atau gangguan kejiwaan lainnya, Gangguan neurologis seperti Parkinson atau Huntington.
 
Pengobatan dan Penanganan

Penanganan Sindrom Othello memerlukan pendekatan profesional dan kolaboratif: 

• Psikoterapi:
Terapi Kognitif Perilaku (TKP) dapat membantu pasien mengidentifikasi dan mengubah pola pikir yang tidak sehat terkait kecemburuan. 

• Obat-obatan:
Antipsikotik, antidepresan, atau ansiolitik dapat digunakan untuk mengurangi gejala psikotik, depresi, atau kecemasan yang mendasari. 

• Terapi Keluarga/Pasangan:
Membantu komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan, karena sindrom ini sering memengaruhi dinamika hubungan. 

• Penanganan Kondisi Mendasar:
Penting untuk mengidentifikasi dan mengobati penyakit yang mendasarinya, seperti kecanduan alkohol atau gangguan neurologis. 

Orang-orang dengan sindrom Othello mengalami pikiran obsesif, intrusif, dan delusi tentang perselingkuhan yang dilakukan pasangannya. 

Pikiran obsesif ini selanjutnya memicu respons kompulsif, seperti terus-menerus menghubungi pasangannya dan mencoba mengendalikan perilaku.

Pikiran delusi juga mendorong tindakan yang tidak logis atau berbahaya karena tidak didasarkan pada kenyataan. Pada akhirnya, sindrom ini bisa berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari sehingga seseorang terkadang perlu mencari bantuan profesional.

Penulis: Putra Mahendra/berbagai sumber




Baca Juga

Negeri Pembenci Kristen
Kamis, 25 Desember 2025 15:29 WIB
Hukuman Sadis di Lubang Anus
Rabu, 17 Desember 2025 14:15 WIB