Promo

5 Teori Desa Misterius yang Dihuni Ratusan Boneka: Gairah Wanita Tua

Editor: Dika Febrian | Senin, 15 Desember 2025 17:52 WIB | 218 kali
5 Teori Desa Misterius yang Dihuni Ratusan Boneka: Gairah Wanita Tua

Beberapa boneka yang berada di salah satu rumah, di Nagoto.


Di Prefektur Tokushima, ada satu desa misterius yang sangat jarang dihuni oleh manusia. Dari kejauhan, mungkin kamu akan melihat Nagoro ini seperti desa pada umumnya yang dipenuhi aktivitas penduduk.

marikitabaca - Tapi, ketika kamu mendekat, kamu akan melihat orang-orangan sawah yang memenuhi desa!

Bahkan jumlah orang-orangan sawah di Nagoro jauh lebih banyak dibandingkan jumlah manusia yang tinggal.

Desa Nagoro atau Kakashi no Sato adalah salah satu desa kecil di tepi sungai yang ada di kawasan Lembah Iya. Di sini, jumlah manusia sangat sedikit jika dibandingkan dengan orang-orangan sawah, bahkan hampir satu banding sepuluh loh!

Ada lebih dari 300an orang-orangan sawah yang ada di Nagoro, dan semuanya sangat dicintai oleh manusia. Menakjubkannya lagi, seluruh orang-orangan sawah yang ada di Nagoro ini dibuat oleh Ayano Tsukimi, salah satu dari 30 penduduk manusia yang masih tinggal di Nagoro.

Penduduk Desa Nagoro yang terus menurun membuat banyak bangunan semakin terbengkalai. Akhirnya, Tsukimi membuat orang-orangan sawah berwajah ramah yang diisi dengan jerami dan koran, serta dibalut pakaian berbahan katun seperti manusia pada umumnya.

Saat berkunjung ke Nagoro, kamu bisa melihat sekelompok orang-orangan sawah yang duduk di teras rumah, bersekolah, hingga bertani di sawah.


Pilihan Redaksi


Para “boneka” ini diharapkan bisa mengisi kekosongan yang ada di desa Nagoro, melawan kesepian, dan memberikan pengalaman nostalgia saat Nagoro masih ramai dengan penduduk.

Gak cuma penduduk sekitar yang menjelma jadi orang-orangan sawah, kamu juga bisa menemukan tokoh terkenal seperti Donald Trump dan berbagai karakter serial Harry Potter di sini.

“Boneka” yang digunakan untuk memerangi kesepian ini lambat laun berhasil mendatangkan wisatawan yang membuat Nagoro kembali ramai.

Setiap hari Minggu pertama di bulan Oktober, Desa Nagoro selalu mengadakan pameran orang-orangan sawah dan karya lainnya dari Tsukimi dengan tema yang berbeda. Ada juga bazaar dan kontes foto yang bisa kamu ikuti loh.

Perlu diingat, perjalanan ke Desa Nagoro cukup sulit untuk diakses. Meski dapat dicapai dengan kendaraan pribadi, Nagoro tidak memiliki rambu-rambu sehingga mudah membuatmu tersesat jika bukan warga lokal. 

Berikut fakta desa tersebut:

1. Banyak boneka-boneka berupa anak-anak di sebuah sekolah, memancing di sungai, dan di tengah ladang di Desa Nagoro.

2. Mulanya boneka yang mirip dengan orang-orangan sawah ini dibuat oleh Tsukimi Ayano.

3. Tsukimi membuat boneka ini dari kapas yang kemudian diletakan di tengah-tengah ladang.

4. Selama pulang kampung, Tsukimi merawat ayahnya yang sakit dan merasa kesepian sehingga membuat boneka yang menyerupai orang-orang.

5. Untuk mengatasi rasa kesepiannya, Tsukimi memutuskan membuat boneka seukuran manusia dan terlihat seperti ayahnya yang ditempatkan di lapangan.

6. Penduduk Desa Nagoro hanya puluhan dan enggak ada yang berusia anak-anak.

7. Meski minim manusia, Desa Nagoro enggak ada kesan menakutkan.

8. Boneka-boneka di desa ini justru tampak benar-benar mewarnai desa dengan ceria dan membuat pengunjung merasa lebih tertarik.

9. Beragam boneka dibuat dari kain bekas, jerami, dan didandani seperti penduduk biasa.

10. Pulau Nagoro telah menjadi pusat perhatian media internasional dan karya Tsukimi juga telah diakui dalam berbagai pameran seni di dalam dan luar negeri.

11. Jumlah boneka di Pulau Nagoro telah melebihi jumlah penduduk asli Desa Nagoro.

12. Pada hari Minggu pertama bulan Oktober, Desa Nagoro mengadakan festival yang memamerkan ratusan boneka dan karya Tsumiki lainnya.

13. Pameran tahunan ini memiliki tema yang berbeda dengan ragam kegiatan, seperti bazaar, lomba foto, dan lempar lontong.

Teori-teori yang Membuat Nagoro Tetap Diselubungi Misteri

1. Rumah Roh
Sebagian orang percaya bahwa jiwa-jiwa penduduk desa yang telah meninggal mendiami boneka-boneka tersebut, setiap boneka menyimpan sebagian dari roh yang telah pergi, menjaga desa tetap hidup dalam bentuk yang berbeda.

2. Kutukan Kuno
Desas-desus setempat menyebutkan bahwa desa itu dikutuk sejak lama, yang menyebabkan populasinya menyusut dari waktu ke waktu.

3. Boneka Hidup
Para pengunjung melaporkan bahwa boneka-boneka itu tampak bergerak di malam hari, mata mereka bersinar dan posisi mereka berubah-ubah. Ini adalah garis batas yang aneh antara kenyataan dan mimpi.

4. Gairah Wanita Tua
Tsukimi Ayano, yang kembali ke desanya dari Osaka, menciptakan boneka pertama untuk mengenang mendiang ayahnya. Orang-orang memperhatikannya di ladang dan memuji karyanya, dan seiring waktu, ia menciptakan ratusan boneka, memberikan Nagoro identitasnya yang menyeramkan dan mempesona.

5. Eksperimen Ekstraterestrial
Beberapa orang berpendapat bahwa boneka-boneka itu adalah alat pengamatan, yang ditempatkan oleh makhluk dari dunia lain yang mempelajari desa tersebut sebelum kemungkinan pendaratan. Teori ini menambahkan lapisan fiksi ilmiah pada keheningan alami Nagoro.

Apakah boneka-boneka itu benar-benar cerminan dari jiwa-jiwa yang telah meninggal? Atau apakah Nagoro hanyalah hasil dari hasrat kreatif seorang wanita dan keterasingan manusia?

Editor: Dika Febrian
Sumber: Diolah





Baca Juga

Negeri Pembenci Kristen
Kamis, 25 Desember 2025 15:29 WIB
Hukuman Sadis di Lubang Anus
Rabu, 17 Desember 2025 14:15 WIB