Promo

Sodom Gomora, Satu Laknat Dua Agama

Selasa, 23 September 2025 13:52 WIB | 1.135 kali
Sodom Gomora, Satu Laknat Dua Agama

Ilustrasi


Las Vegas disebut sebagai "kota dosa", tetapi ada dua kota dalam sejarah dunia yang begitu berdosa sehingga Tuhan menghancurkannya.

marikitabaca - Dua kota itu adalah Sodom dan Gomora, yang muncul di Kitab Kejadian dalam Perjanjian Lama, di Kitab Taurat, dan di dalam Al-Qur'an. Namun, kita mungkin mengenal kota Sodom karena homoseksualitasnya.

Kita dapat menyadari bahwa orang-orang dari kota-kota itu melakukan praktik yang tidak wajar. Dosa seksual mereka, laki-laki dengan laki-laki adalah kekejian terhadap Tuhan.

Tepatnya, dari Sodom muncul kata sodomi yang saat ini dikaitkan dengan homoseksualitas.

Historisitas
Sodom dan Gomora mungkin terletak di bawah atau berdekatan dengan perairan dangkal di selatan Al-Lisān, bekas semenanjung di bagian tengah Laut Mati di Israel yang sekarang sepenuhnya memisahkan cekungan utara dan selatan laut.

Mereka mungkin hancur sekitar tahun 1900 SM oleh gempa bumi di wilayah Laut Mati di Sistem Rift Afrika Timur, sebuah retakan geologi yang luas yang membentang ke selatan dari lembah Sungai Yordan di Israel ke sistem Sungai Zambezi di Afrika timur.

Bukti arkeologis menunjukkan bahwa daerah itu dulunya subur, pada Zaman Perunggu Pertengahan (sekitar 2000–sekitar 1550 SM ), dengan air tawar yang mengalir ke Laut Mati dalam jumlah yang cukup untuk menopang pertanian.

Karena tanah yang subur, Lot memilih daerah kota-kota Lembah Sidim (Laut Asin, atau Laut Mati) untuk menggembalakan ternaknya.

Ketika kehancuran dahsyat itu terjadi, minyak bumi dan gas yang ada di wilayah tersebut kemungkinan besar turut menciptakan citra "belerang dan api" yang menyertai pergolakan geologis yang menghancurkan kota-kota tersebut. Har Sedom (Arab: Jabal Usdum), atauGunung Sodom, di ujung barat daya laut, mencerminkan nama Sodom.

Kawasan industri Sedom, Israel, di tepi Laut Mati, saat ini terletak di dekat lokasi yang diduga sebagai lokasi Sodom dan Gomora.

Warisan budaya
Menjadi inspirasi bagi para penulis, seniman, dan psikolog, Sodom dan Gomora serta kejahatan legendarisnya telah menjadi subjek berbagai drama, termasuk Sejarah Lot dan Abraham , drama misteri abad pertengahan ;Sodome et Gomorrhe , oleh dramawan Prancis Jean Giraudoux , pada tahun 1943; dan Sodhome kye Ghomorra , oleh penulis YunaniNikos Kazantzákis , pada tahun 1950-an.

Dalam seni, subjek-subjek yang terlibat dalam kisah Alkitab tentang Sodom dan Gomora telah digambarkan dalam berbagai mazmur abad pertengahan, fresko Renaisans, dan lukisan hingga saat ini.

Tindakan seksual yang dikaitkan dengan orang Sodom inilah yang memberi nama kota tersebut pada istilah kontemporer.sodomi . Nama ini juga digunakan dalam buku Marquis de Sade yang terkenal dan eksplisit secara seksual, 120 Hari Sodom (1785).

Pada bulan Juli 1943, pengeboman Hamburg oleh Sekutu , yang dikenal sebagai “Operasi Gomorrah,” menciptakan salah satu badai api terbesar dalam Perang Dunia II dan menewaskan sekitar 40.000 orang.

Akan tetapi, seberapa detail, sih, manusia modern mengetahui tentang dua kota dan penduduknya yang telah lama hancur ini? Seperti, apakah dua kota ini benar-benar ada, atau hanya mitos saja? Berikut ini fakta kota Sodom dan Gomora.

1. Ada tiga kota lainnya selain kota Sodom dan Gomora

Sodom dan Gomora adalah kumpulan dari lima kota besar yang terletak di sepanjang Sungai Yordan pada ribuan tahun silam. Tiga kota yang terlupakan ini bukan berarti tidak penting.

Meskipun tiga kota ini hanya muncul sedikit dalam kisah Lot (Nabi Lut) daripada Sodom atau Gomora, tetapi tiga kota ini memiliki namanya sendiri. Tokoh Lot sendiri muncul di kitab Tanakh, Alkitab, dan Al-Qur'an.

Dijelaskan pula bahwa Lot adalah keponakan Abraham (Ibrahim).

Kitab Ulangan 29:22-23 mengidentifikasi dua kota lainnya sebagai Adma dan Zeboim.

Sedangkan Kitab Kejadian 19:23 mengidentifikasi kota terakhir sebagai Zoar. Alkitab berulang kali memperjelas bahwa kota Adma dan Zeboim dilalap api, karena sama-sama berdosa. Peran kota Zoar bahkan lebih penting.

Kota Zoar adalah kota yang masih ada ketika Lot melarikan diri saat Tuhan mengimplementasikan rencananya untuk memusnahkan empat kota lainnya.

2. Tidak diketahui pasti penyebab dihancurkannya kota Sodom dan Gomora

Seperti yang dicatat Britannica, interpretasi homoseksualitas atau seksualitas sesama jenis terkait erat dalam sejarah Sodom dan Gomora.

Kitab Kejadian 19:5 menjelaskan bahwa laki-laki dari kota Sodom ingin melakukan pelecehan seksual terhadap malaikat laki-laki di rumah Lot. Akan tetapi, benarkah demikian?

Di sisi lain, sarjana Yahudi modern menunjukkan bahwa laki-laki Sodom yang ingin memperkosa para malaikat mengungkapkan kekerasan dan ketidakramahan mereka.

Sangat jauh berbeda dengan keramahan yang diberikan Abraham dan Lot kepada para malaikat. Bagi para sarjana Kristen, Yesus sendiri menyatakan bahwa dosa Sodom diakibatkan karena ketidakramahan penduduknya dalam Matius 10:14-15. 

Namun, dalam Yudas 1:7, kota-kota ini berdosa karena homoseksualitasnya.

3. Alkitab menjelaskan alasan lain mengapa kota Sodom dihancurkan

Kitab Yehezkiel 16:49, yang berbunyi, “Ketahuilah, inilah kesalahan dari saudara perempuanmu, Sodom: dia dan anak-anak perempuannya begitu sombong, makanan yang berlimpah, dan menikmati hidup yang tenang, tetapi tidak menolong orang-orang miskin dan orang-orang sengsara." Dengan kata lain, kota Sodom dihancurkan karena menjadi kota yang tamak dan melupakan aksi kemanusiaan.

Sementara itu, dalam Kitab Yeremia 23:14, menyiratkan bahwa perzinahan (apapun jenis kelaminnya) pasti akan membuat Tuhan murka.

Dalam 2 Petrus 2:6-9, Allah telah memusnahkan kota Sodom dan Gomora menjadi abu, membinasakan penduduknya sebagai contoh hukuman terhadap orang yang ingkar. Pertanyaannya, apakah kota Sodom dihancurkan karena cinta homoseksualitasnya saja, atau karena mereka melanggar banyaknya hukum lain yang dicakup oleh Alkitab?

4. Penemuan situs yang diduga kota Sodom

Faktanya, peneliti kesulitan menemukan bukti ilmiah tentang kota Sodom dan Gomora. Akan tetapi, pada tahun 2005, para arkeolog menemukan sebuah situs besar di Yordania yang dikenal sebagai Tall el-Hammam.

Popular Archeology melansir, penemuan mereka mungkin mendukung gagasan bahwa kota itu adalah kota Sodom dalam Alkitab.

Arkeolog bernama Steven Collins adalah seorang kelompok evangelis yang meneliti kota yang diduga Sodom. Tim Stevan Collins menemukan lapisan abu yang berasal dari periode Perunggu Tengah yang mengubur situs tersebut, di samping tembikar yang dibakar pada suhu tinggi. Satu pecahan tembikar bahkan sudah melebur menjadi gelas.

Apa mungkin suhu tinggi itu yang menghancurkan kota Sodom di masa lampau?

5. Apakah kehancurannya karena ledakan meteor?

Pada tahun 2018, Steven Collins meninjau makalah tentang apa yang kemungkinan terjadi di Tall el-Hammam.

Seperti yang dilaporkan News Corp Australia, tanda-tanda tersebut menunjukkan bahwa kota kuno itu musnah 3.700 tahun yang lalu dalam sebuah peristiwa dahsyat. Peristiwa itu menimbulkan efek yang sangat panas sehingga mengubah tembikar menjadi kaca, membanjiri tanah di sekitarnya dengan air asin, dan membuat situs itu tidak dapat dihuni selama 700 tahun.

Peristiwa ini sama seperti peristiwa yang memusnahkan dinosaurus. Kamu mungkin sudah mengetahuinya penyebabnya, 'kan?
Peristiwa ini diyakini sebagai ledakan meteor di atas Laut Mati. Kemungkinan, hal inilah yang membuat Tall el-Hammam hancur.

Selain itu, di zaman modern, ledakan meteor pernah terjadi di Rusia pada tahun 2013, dan melukai 500 orang. Ini hanya ledakan kecilnya saja, lho.

Pada tahun 1908, ledakan meteor yang besar terjadi di atas hutan Siberia. Dikenal sebagai Peristiwa Tunguska, peristiwa itu meratakan hutan seluas 1247 kilometer persegi. Peneliti berteori bahwa ledakan yang terjadi di Tall el-Hammam berukuran setengah dari ukuran meteor Tunguska.

Bedanya, ledakan besar ini terjadi tepat di samping lima kota yang sedang berkembang pesat pada tahun 1600 SM.

6. Peneliti berhasil menemukan peninggalan salah satu dari lima kota

Zoar, salah satu dari lima kota-negara di dataran sungai Yordan muncul di Kitab Kejadian 13, ketika Lot menyerang ke dataran Yordan setelah berpisah dengan Abraham. 

Disebut dalam Alkitab sebagai kota terkecil, Zoar akhirnya menjadi kota terbesar ketika Sodom, Gomora, Adma, dan Zeboim dimusnahkan oleh ledakan dan kematian. 

Selain digambarkan dalam Alkitab, kota Zoar juga berhasil ditemukan oleh arkeolog. 
Peneliti dari British Museum mengungkapkan bahwa Zoar, atau juga diterjemahkan sebagai Zoara, memiliki bukti aktivitas Neolitikum, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi. Zaman itu menjadi zaman dengan perdagangan yang berkembang pesat.

Bangsa Romawi menulis tentang kisahnya. Bahkan, sumber-sumber Islam mencatat keberadaan kota Zoar. Kota Zoar berhasil menguasai perdagangan selama berabad-abad lamanya setelah kota Sodom dan yang lainnya terbakar habis. Para arkeolog telah meneliti selama 20 tahun, dan penemuan-penemuan baru terus bermunculan.

7. Romawi kuno memiliki kisah yang hampir mirip dengan kisah Sodom dan Gomora

Ada beberapa contoh kisah Alkitab yang tumpang tindih dengan cerita dari budaya lain. Kisah Sodom dan Gomora menjadi salah satunya.

Penulis Romawi bernama Ovid menulis kisah yang disebut Baucis dan Filemon. Kisahnya pun sangat mirip dengan kisah Sodom dan Gomora di Alkitab.

Suatu hari, dua dewa yang melakukan penyamaran (yaitu, Zeus dan Hermes), datang ke sebuah kota yang dihuni oleh penduduknya yang jahat. Zeus dan Hermes berniat untuk menemukan orang baik yang tinggal di sana.

Seorang laki-laki bernama Filemon dan istrinya yang bermama Baucis, mengundang Zeus dan Hermes ke rumahnya. Pasangan yang baik hati itu memberi makan tamu mereka.

Zeus dan Hermes mengungkapkan bahwa mereka adalah dewa, dan mengatakan bahwa mereka ingin menghancurkan kota. Baucis dan Filemon diminta untuk meninggalkan kota dan tidak boleh menoleh ke belakang apapun yang terjadi.

Dalam versi Ovid, Baucis tidak berbalik dan kota itu hancur dalam banjir besar seperti Atlantis, bukan ledakan api dan belerang.

8. Nasib istri Lot dalam Islam

Setelah keluarga Lot akan diselamatkan, mereka disuruh lari ke kota Zoar dan tidak boleh menoleh ke belakang. Perintah yang cukup sulit untuk tidak dilanggar saat banyak kota meledak di belakang mereka.

Dalam kisah Sodom dan Gomora, istri Lot menoleh ke belakang. Kitab Kejadian 19:26 mengatakan, "Namun, istri Lot berhenti di tengah jalan dan menoleh ke belakang, maka dia mati dan menjadi tiang garam."

Nasib istri Lot sama kejamnya di dalam Injil dan Taurat, dan terdapat pula di Al-Qur'an dalam Surat Hud 11:81, "Janganlah ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka (yaitu penduduk Sodom)."

Dengan kata lain, nasib istri Lot adalah bagian dari rencana Tuhan. Hal ini menimbulkan pertanyaan yang menarik. Apa yang dilakukan istri Lot sehingga ia pantas menerima azab ini? Apakah dia tidak ramah terhadap orang asing?

9. Peperangan sebelum terjadinya peristiwa hujan api

Dalam Kitab Kejadian, Sodom dan Gomora tidak saja direncanakan untuk dihancurkan. Sebelum penggambaran kehancuran di Kitab Kejadian 19, kisah lima kota ini tertulis dalam Kitab Kejadian 14. Kitab Kejadian 14 menjadi kisah traumatis bagi semua orang yang tinggal di dataran Yordan pada zaman itu.

Kedorlaomer adalah Raja Elam yang memerintah selama 13 tahun. Dalam Kitab Kejadian 14, raja-raja Sodom, Gomora, Zoar, Adma, dan Zeboim memberontak melawannya dan mengirim pasukan untuk berperang.

Kelima raja yang mencoba memberontak itu kalah. Raja Kedorlaomer dan sekutunya kemudian menjarah kota Sodom dan Gomora, merampas semua harta benda, makanan mereka, serta membawa banyak penduduknya untuk meninggalkan kota itu, termasuk membawa Lot.

Jadi, hujan api yang dialami kota-kota itu merupakan peristiwa buruk kedua bagi mereka, bukan yang pertama.

Meskipun masih menjadi misteri, kota Sodom dan Gomora yang dihancurkan Tuhan, menjadi incaran para arkeolog untuk berusaha menemukannya. Jika benar penemuan situs Tall el-Hammam adalah kota Sodom di masa silam, itu menunjukkan bahwa Sodom dan Gomora dalam Alkitab adalah bukti sejarah yang nyata. 

Kemungkinan, homoseksualitas memang sudah pernah terjadi ribuan tahun yang lalu.

Sodom dan Gomora adalah dua kota yang dihancurkan oleh Tuhan dalam Alkitab dan Al-Quran karena kejahatan besar penduduknya, yang diyakini sebagai dosa-dosa seperti kekerasan dan kekejaman. Hukuman ilahi ini berbentuk hujan belerang dan api yang memusnahkan seluruh kota dan penduduknya.

Asal-Usul dan Kisah dalam Kitab Suci

• Kisah dalam Alkitab dan Al-Quran: 
Kisah Sodom dan Gomora terdapat dalam Kitab Kejadian di Alkitab Ibrani dan Kristen, serta dalam Al-Quran.

• Penyebab Kehancuran: 
Tuhan memutuskan untuk membinasakan kedua kota ini karena penduduknya sangat jahat, berdosa, dan melakukan kejahatan yang keterlaluan.

• Hukuman Ilahi: 
Tuhan menurunkan hujan belerang dan api dari langit yang sangat dahsyat, memusnahkan kota, penduduknya, serta tumbuh-tumbuhan di tanah, termasuk Lembah Yordan. 

Makna Simbolis

• Sinonim Dosa: 
Dalam agama Kristen dan Islam, Sodom dan Gomora menjadi simbol dosa besar dan penyelewengan seksual.

• Istilah "Sodomi": 
Kata "sodomi" dalam bahasa Melayu dan Indonesia, yang berarti hubungan seks anal, berasal dari kisah Sodom.

Konteks Sejarah dan Lokasi

• Lokasi di Lembah Yordan: 
Berdasarkan Kitab Kejadian, Sodom dan Gomora terletak di lembah sungai di Yordan, dekat Laut Mati.

• Debat Arkeologis: 
Lokasi pasti Sodom dan Gomora masih menjadi perdebatan di kalangan ahli arkeologi, namun ada indikasi lokasi di sekitar Laut Mati. 

Penulis: Deka 'Febe'/berbagai sumber | Editor: Putra Mahendra


Pilihan Redaksi:




Baca Juga

Negeri Pembenci Kristen
Kamis, 25 Desember 2025 15:29 WIB
Hukuman Sadis di Lubang Anus
Rabu, 17 Desember 2025 14:15 WIB