Promo

Begotten, Saat Air Mani dari Kemaluan Tuhan Ditelan

Editor: Putra Mahendra | Kamis, 04 Desember 2025 00:45 WIB | 476 kali
Begotten, Saat Air Mani dari Kemaluan Tuhan Ditelan

Cuplikan film Begotten


Dibuka dengan adegan seorang pria memakai jubah putih dan mukanya memakai semacam topeng duduk disebuah kursi. Pria yang disebut sebagai "God" tersebut duduk sambil badannya terlihat kejang-kejang.

marikitabaca - Dan tangan kanannya memegang sebuah pisau cukur yang lalu dia gunakan untuk menyayati perutnya sendiri untuk kemudian mengeluarkan isi perutnya satu persatu. 

Setelah "God" mati dengan kondisi berlumuran darah, tiba-tiba dari balik jubahnya muncul seorang wanita yang disebut "Mother Earth". 

Wanita itu lalu bangkit dan melakukan hand job kepada kemaluan dari "God", lalu menggosokkan sperma yang keluar di perutnya ke arah kemaluannya sendiri seolah sedang mencoba menghamili dirinya sendiri. Pada akhirnya memang "Mother Earth" hamil dan melahirkan seorang anak yang sudah dewasa yang disebut "The Son of Earth".

Anak yang sudah dewasa itu terlihat dalam kondisi kesakitan, menderita dan kejang-kejang dan kondisi tubuhnya juga memprihatinkan. 

Sampai akhirnya "The Son of Earth" dibawa pergi oleh sekumpulan orang berjubah hitam yang mukanya tidak terlihat dan mulai disiksa secara brutal.

Begotten (1990) adalah film horor eksperimental asal Amerika yang dirilis dan disutradarai oleh E. Elias Merhige. Film ini terkenal karena tampilannya yang hitam-putih dengan kontras sangat ekstrem, sehingga setiap adegannya terlihat seperti rekaman terkutuk dari dunia lain. Ceritanya sangat simbolis:

Kurang lebih begitulah sinopsis bagi film yang disutradarai, diproduseri dan naskahnya ditulis oleh E. Elias Merhige ini. Jika asing dengan namanya, Elias adalah sutradara dari film Shadow of the Vampire (2000) yang dibintangi John Malkovich dan Willem Dafoe. 

Dia juga menyutradarai Suspect Zero (2004) yang dibintangi Aaron Eckhart, Ben Kignsley dan Carrie-Anne Moss. Begotten ini adalah sebuah film eksperimental yang membuat Elias Merhige cukup punya nama dalam dunia industri film.

Kenapa disebut eksperimental? Karena segala yang dia tampilkan di film ini jelas adalah sebuah eksperimen dan sama sekali tidak mengambil jalur aman. Film ini adalah film bisu, dan hitam putih walaupun dirilis pada 1991. 

Pewarnaan film ini juga murni hitam dan putih dan tidak ada warna abu-abu seperti film hitam putih lain yang dibuat di jaman modern atau jaman 30 sampai 40an. Melihat film ini mungkin nuansanya seperti film yang dibuat pada tahun 1910-1920an. Bahkan film ini juga adalah film bisu yang tidak mempunyai dialog. 

Bahkan film ini tidak punya baris teks yang ditampilkan setelah adegan yang biasanya dipakai oleh film bisu. Jadi Begotten murni hanya menggunakan tata visual dan gambar adegan serta akting pemainnya untuk menuturkan kisah yang ada.

Cerita yang ditulis oleh Elias Mehirge ini juga cukup sulit dimengerti, bahkan andaikan film ini dibuat dalam bentuk film berwarna yang mempunyai dialog sekalipun kita masih akan dibuat berpikir cukup keras untuk memahami semua maksud dari adegan yang ada. 

Elias Mehirge memang menyuguhkan cerita dalam filmnya ini dengan cara yang surealis. Berbagai macam simbol metafora menghiasi sepanjang film ini membuat kita makin susah memahami apa yang terjadi. 

Tidak hanya itu, mayoritas adegan yang ada juga bisa dibilang cukup disturbing dan menjijikkan seperti penyiksaan, pemerkosaan secara brutal dan organ-organ tubuh yang keluar lewat mulut dan sebagainya. 

Jangan kira karena film ini hitam putih adegan tersebut jadi tidak terlihat menijikkan, karena justru imajinasi kita yang akan melayang sehingga adegan itu makin terngiang jelas di pikiran kita.

Tapi jika kita mengerti apa maksud dari cerita film ini, maka Begotten tidak hanya menjadi sebuah film yang memusingkan dan menjijikkan sekaligus membingungkan tapi justru menjadi sebuah film yang bagus dan berhasil dalam eksperimennya. 

Sedikit penjelasan, film ini secara garis besar menceritakan mengenai awal mula dunia dan diilhami oleh near-death experience yang pernah dialami oleh sang sutradara. 

Jika menilik adegan pembuka, mungkin itu adalah adegan yang bisa dibilang tidak terlalu sulit dimengerti oleh orang yang memahami kisah dalam Kristen ataupun mitologi-mitologi lainnya. 

Seorang wanita hamil oleh "God" tentu mirip dengan kisah Maria dalam Kristen ataupun Isis dalam mitologi Mesir yang dihamili oleh Osiris yang saat itu telah tewas. 

Yang membuat film ini begitu mengganggu bukan hanya isi adegannya, tetapi cara penyajiannya. Merhige menggunakan teknik visual yang langka: ia memanipulasi film seluloid secara ekstrem hingga gambarnya tampak berisik, berpasir, dan berkedip-kedip, seperti rekaman mimpi buruk yang tercampur sensor gelap. 

Efek ini membuat penonton tidak bisa melihat detail dengan jelas, sehingga otak secara otomatis membayangkan hal-hal yang bahkan lebih menakutkan dari yang tampak di layar. 

Audionya dipenuhi suara gesekan, nafas berat, dan jeritan samar yang terdengar seperti datang dari ruang bawah tanah. Banyak yang menilai bahwa horor terbesarnya muncul dari rasa tidak tahu: tidak tahu apa yang sedang terjadi, tidak tahu maksud setiap adegan, namun tetap dipaksa menyaksikannya hingga akhir.

Secara analisa, Begotten dianggap sebagai bentuk kritik tentang siklus kelahiran, penderitaan, dan kehancuran yang dialami manusia. Adegan kekerasan yang ditampilkan seolah menggambarkan betapa dunia ini “brutal sejak awal penciptaan”. 

Tidak sedikit kritikus yang menganggap film ini sebagai horor eksistensial, di mana ketakutan yang muncul bukan karena monster atau hantu, tetapi karena memaksa penonton merenungkan kehidupan dan agama secara kelam. 

Merhige sendiri pernah mengatakan bahwa ia ingin menggambarkan “mitologi baru” yang dilahirkan melalui rasa sakit dan kekacauan. 

Film ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak sineas, termasuk band Marilyn Manson, yang menggunakan gaya serupa dalam beberapa karya musik videonya.

Fakta uniknya, Begotten sempat diputar hanya di bioskop-bioskop kecil dan festival eksperimental karena terlalu aneh dan mengganggu untuk pasar umum. 

Meski begitu, film ini justru memperoleh status cult classic dan dianggap salah satu film paling disturbing sepanjang masa. Banyak penonton yang mengaku berhenti menontonnya di tengah jalan karena rasa cemas berlebihan, mual, atau panik. Bahkan ada yang menyebut bahwa film ini terasa seperti sedang menonton “ritual terlarang”—dan jika kamu melanjutkannya sampai habis, kamu serasa sudah menyaksikan sesuatu yang tidak seharusnya dilihat. 

Ini bukan film horor yang bikin teriak, tapi yang bikin pikiran terus dihantui, seolah ada bagian dari otak yang rusak sedikit setelah menontonnya.

Pada akhirnya, Begotten adalah film yang tidak cocok untuk semua orang—bahkan untuk penikmat horor sekalipun. Ia tidak menawarkan hiburan, melainkan pengalaman psikologis yang berat dan penuh misteri. 

Film ini seperti mengajak kita masuk ke mimpi buruk yang tidak punya logika, lalu meninggalkan kita dengan rasa takut terhadap hal-hal yang paling dasar: kehidupan, tubuh, dan asal-usul manusia itu sendiri. 

Jika kamu ingin menonton sesuatu yang benar-benar berbeda dan siap dengan tantangan mental, Begotten mungkin layak dicoba. Tapi kalau kamu tipe yang mudah kepikiran, film ini bisa jadi tinggal di kepala kamu lebih lama dari yang kamu inginkan.

Editor: Putra Mahendra
Sumber: Diolah


Pilihan Redaksi




Baca Juga

Negeri Pembenci Kristen
Kamis, 25 Desember 2025 15:29 WIB
Hukuman Sadis di Lubang Anus
Rabu, 17 Desember 2025 14:15 WIB